Saturday, January 30, 2016

KIAT-KIAT MENINGKATKAN IMAN (BAGIAN 1 DARI 6)


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبد الله ورسوله، لا نبي بعده.


Topik yang kita angkat saat ini adalah tentang "Kiat-kiat Meningkatkan Iman" (Asbāb Ziyādatil Īmān).

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah mengikatkan masalah kebahagian dengan keimanan.

Semakin tinggi iman seseorang maka akan semakin tinggi pula kebahagian yang akan dia peroleh di dunia maupun di akhirat.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barang siapa yang beramal shalih, baik lelaki maupun perempuan, dan dia beriman kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, maka Kami akan memberikan kepada dia kehidupan yang penuh kebaikan (kebahagiaan) di dunia dan Kami akan berikan ganjaran kepada mereka yang lebih baik dari pada apa yang mereka kerjakan di dunia maupun di akhirat."

(QS An Nahl: 98)

Di dalam ayat ini, Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjanjikan kebahagiaan bagi orang-orang yang beriman di dunia dan juga ganjaran yang indah di akhirat kelak.

Karenannya, yakinlah, sejauh mana ketinggian keimanan seseorang maka sejauh itulah kebahagian yang akan diraih di dunia sebelum di akhirat.

Karenanya, pembicaraan tentang meningkatkan keimanan adalah pembicaraan yang sangat urgent bagi kita kaum mukminin dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari.

Kita ingin iman kita bertambah dan kita sangat sadar bahwa sering sekali iman kita turun maka kita tidak ingin iman kita turun terus menerus, kita ingin diperbaiki kemudian ditambah lagi.

Demikianlah kondisi iman seorang muslim, "يزيد و ينقص" (bertambah dan berkurang).

Oleh karenanya, para Salaf dahulu (para Shahabat), mereka memberi perhatian khusus tentang masalah bertambahnya keimanan.

Seperti 'Umar bin Khaththāb radhiyallāhu Ta'āla 'anhu pernah berkata:

هلموا بنا نزداد إيمانا

"Marilah kita berkumpul agar kita menambah keimanan."

Demikian juga dengan Ibnu Mas'ūd radhiyallāhu Ta'āla 'anhu pernah berkata:

اجلسوا بنا نزداد إيمانا

"Marilah kita duduk bersama agar kita menambah keimanan."

⇒ Yaitu dengan bermudzakarah (saling mengingatkan) dengan membacakan ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Majelis-majelis inilah yang akan menambah keimanan.

Demikian juga Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu Ta'āla 'anhu pernah berkata:

اجلسوا بنا نؤمن ساعة

"Marilah kita duduk, kita tambah keimanan kita beberapa saat ini."

Karenanya mengetahui kapan iman kita bertambah dan kapan iman kita berkurang merupakan fikih seorang hamba, dengan sebab apa iman bertambah dan sebab apa imannya berkurang.

Sebagaimana perkataan Abū Dardā radhiyallāhu Ta'āla 'anhu:

من فقه العبد أن يعلم أمزداد هو أو منتقص

"Diantara fikih seorang hamba adalah dia mengetahui apakah imannya sedang bertambah atau imannya sedang berkurang."

Ini penting !

Kita harus sadar kapan iman kita bertambah, dengan apa iman kita bertambah, maka kita lazimi sebab-sebab tersebut.

Allāh memberikan kita ilmu untuk mengetahui kapan iman kita berkurang.

Sehingga kita bisa merasakan tatkala iman kita berkurang, tatkala hati kita terasa keras (kaku) yang membuat susah untuk mentadabburi ayat Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang seakan-akan tidak ada suasana yang indah tatkala mendengar ayat-ayat Allāh.

Kecerdasan seorang hamba adalah ketika dia mengetahui apakah imannya sedang bertambah atau berkurang.

Abū Dardā juga mengatakan:

من فقه العبد أن يعلم نزغات الشيطان أنى تأتيه

"Diantara fikih seorang hamba yakni dia mengetahui kapan gangguan syaithan mendatanginya."

Ini juga penting !

Kapan iman saya terjatuh? Kapan saya tergoda dengan syaithan? Dalam kondisi apa saya tergoda dengan syaithan?

Dengan demikian dia bisa menjauhi kondisi-kondisi sepereti itu.

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Oleh karenanya, saya akan menyampaikan sebab-sebab bertambahnya keimanan yang saya ringkas dari buku yang ditulis oleh Syaikh 'Abdurrazzāq Al Badr hafizhahullāh Ta'āla, dalam kitabnya  أسباب زيادة الإيمان ونقصانهم (Sebab-sebab  Bertambahnya Keimanan dan Turunnya Keimanan).

Di dalam buku yang ringkas ini, yang sekitar hanya 80 halaman, beliau menyebutkan sebab-sebab bertambahnya iman dan sebab-sebab turunnya iman. Namun beliau hanya menurunkan beberapa sebab yang penting dan mudah saja (mudah menambah keimanan)

Secara umum seluruh amalan shalih akan menambah keimanan dan seluruh kemaksiatan akan mengurangi keimanan.

Oleh karenanya, diantara Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamā'ah bahwasannya:

الإيمان قول وعمل يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية

"Iman itu terdiri atas perkataan dan perbuatan; bertambah dengan keta'atan dan berkurang dengan kemaksiatan."

Berbeda dengan aqidahnya orang-orang Mu'tazilah, Khawārij dan Murji'ah yang membatasi bahwasannya iman itu hanyalah pada masalah hati dan tidak bertambah tidak berkurang.

Adapun Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamā'ah, iman itu berupa perkataan (seperti kata-kata yang indah dan dzikir) dan juga berupa perbuatan (seperti shalat, sedekah, haji, umrah).

✓KAIDAH UMUM: BERTAMBAHNYA IMAN DENGAN KETA'ATAN DAN BERKURANGNYA IMAN DENGAN KEMAKSIATAN.
________

Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🌐 Website:
http://www.bimbinganislam.com
👥 Facebook Page:
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
📺 TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv selengkapnya...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home